Kejadian serupa terjadi di grup WA bapak-bapak yang mengomentari harga alat pancing yang aslinya mencapai jutaan rupiah, tapi tersampaikan ke istrinya di harga ratusan ribu. Kode etik laki-laki.
Dari 2 ilustrasi nyata diatas, fenomena kode etik laki-laki banyak dialami suami-suami di semua kelompok umur. Salah satu alasan terjadinya fenomena ini adalah kecenderungan para suami untuk menjaga agar tidak ada konflik yang dapat mengurangi level kebahagiaan dalam menikmati hobby.
Benarkah laki laki itu tidak suka konflik dengan istrinya?
Secara umum hipotesa tersebut tidak sepenuhnya benar. Menurut kajian yang dilakukan oleh John Gottman, seorang konselor pernikahan yang unik dibanding konseling pernikahan konvensional karena berbasis data dan riset empiris, kode etik laki-laki timbul sebagai mekanisme respon emosi dalam hubungan suami istri.
Ada empat pola ketika terjadi komunikasi suami istri.
Pola pertama karena ada mekanisme Demand-Withdraw (Satu Pihak Menuntut, Satu Pihak Menarik Diri), dalam setiap pola komunikasi ketika ada konflik pihak laki-laki 80% memiliki kecenderungan menarik diri dalam konflik.
Pola kedua pria lebih sering mengalami flooding (kewalahan emosi). Sistem Saraf Pria Mudah Terstimulasi (Overwhelmed): Saat terjadi pertengkaran, detak jantung, tekanan darah, dan hormon stres (kortisol/adrenalin) pada pria melonjak lebih cepat dan bertahan lebih lama dibanding wanita.
Kondisi ini disebut Flooding (kewalahan secara emosional). Menghindari pertengkaran bagi pria adalah mekanisme pertahanan tubuh (fight or flight) untuk meredakan ketegangan fisik dan emosional tersebut.
Pola ketiga kontruksi sosial budaya. Studi psikologi sosial menunjukkan bahwa pola ini juga dipengaruhi oleh pola asuh sejak kecil:Anak laki-laki sering dididik untuk memendam emosi ("laki-laki tidak boleh menangis/mengeluh") atau diajarkan untuk menyelesaikan masalah secara praktis (problem-solving), bukan melalui diskusi emosional yang panjang.
Sebaliknya, wanita umumnya lebih terbiasa mengekspresikan emosi verbal dan menggunakan komunikasi untuk membangun keterikatan (connection).
Pola keempat Niat Perlindungan Hubungan
Penelitian dari Gottman juga mengungkapkan bahwa alasan pria diam sering kali bukan karena tidak peduli, melainkan karena takut memperburuk keadaan. Pria khawatir jika ia terus merespon saat emosi, ucapannya justru akan merusak hubungan atau menyakiti perasaan istrinya.
Dari keempat pola laki-laki menghadapi konflik akhirnya memunculkan kode etik laki-laki. Daripada terjadi konflik dengan segala konsekuensinya lebih baik mengurangi harga-harga menyalurkan hobby.




.jpg)




