Marah adalah emosi manusiawi yang alami dan pernah dialami oleh siapapun. Tidak ada satu orang pun di dunia ini yang bebas dari rasa marah. Namun, bentuk ekspresinya sangat bervariasi: mulai dari verbal seperti makian, tindakan destruktif seperti kekerasan fisik, hingga diam (silen treatment) yang kemudian dilampiaskan pada benda-benda mati di sekitar. Meskipun emosinya wajar, cara kita mengekspresikan kemarahan menentukan apakah marah tersebut akan menjadi destruktif atau membawa perbaikan. 1. Respon Tubuh Saat Amarah Memuncak Saat rasa marah muncul, tubuh secara otomatis mengaktifkan mekanisme fight-or-flight. Perubahan fisiologis ini terjadi secara instan: Peningkatan Hormon Adrenalin: Tubuh memproduksi hormon stres dalam jumlah tinggi yang meningkatkan kewaspadaan berlebih. Denyut Jantung & Peredaran Darah Meningkat: Jantung berdegup lebih kencang, menyebebkan aliran darah ke area wajah meningkat hingga tampak kemerahan. Laju Napas Mempercepat: Napas menjadi pendek dan tersengal-sengal karena tubuh bersiap menanggapi ancaman. Memahami bahwa marah memiliki dampak fisik langsung adalah langkah awal penting agar kita tidak bertindak impulsif saat reaksi ini terjadi. 2. Dampak Kemarahan Terhadap Hubungan Interpersonal Rasa marah yang tidak dikelola dengan baik berpotensi merusak hubungan dengan pasangan, keluarga, teman, maupun rekan kerja. Merusak Rasa Aman Emosional: Luapan emosi yang meledak-ledak dan kata-kata kasar meninggalkan luka batin mendalam, membuat orang lain merasa tidak aman berada di dekat kita. Berubah Menjadi Pola Saling Menyalahkan: Kemarahan mengubah percakapan produktif menjadi ajang "menang-kalah", di mana fokus utama bergeser dari penyelesaian masalah menjadi aksi saling menyerang. Konflik Jangka Panjang (Agresi Pasif): Kemarahan yang tersumbat sering kali muncul kembali dalam bentuk sindiran, sarkasme, atau sikap enggan bekerja sama secara halus (passive-aggressive behavior). 3. Strategi Efektif Mengelola Amarah Agar kemarahan tidak membawa dampak negatif, pengelolaannya harus dilakukan melalui dua tahapan utama: Meredakan Fisik dan Penyelesaian Masalah secara Rasional. Tahap 1: Meredakan Respon Fisiologis Segera Saat amarah berada di puncak, hindari langsung merespon situasi. Lakukan tindakan preventif berikut: Ambil Jeda (Time-out): Berhentilah sejenak selama beberapa detik hingga beberapa menit sebelum merespon. Ubah Posisi Tubuh: Jika sedang berdiri, cobalah duduk; jika sedang duduk, cobalah berbaring atau berjalan perlahan untuk menurunkan ketegangan saraf. Jaga Jarak Fisik: Beri jarak sementara dari objek atau lawan bicara untuk mencegah eskalasi emosi. Tahap 2: Mengidentifikasi Akar Masalah & Mencari Solusi Setelah reaksi fisik mulai mereda dan pikiran lebih jernih, mulailah menganalisis emosi Anda: Kenali Emosi Utama di Balik Amarah: Marah sering kali hanyalah "topeng" atau mekanisme pertahanan dari emosi yang lebih mendalam, seperti rasa kecewa, lelah, takut, atau merasa tidak dihargai. Fokus pada Solusi Konstruktif: Pertimbangkan langkah penyelesaian yang membangun dibanding melampiaskan kekesalan. Pikirkan Dampak Jangka Panjang: Gunakan logika untuk menimbang konsekuensi dari tindakan yang akan diambil. Penutup: Mengelola amarah bukanlah tentang menekan atau mematikan emosi, melainkan tentang memahami pesan di balik emosi tersebut dan meresponnya secara bijak serta penuh kendali diri.
Kamis, 10 September 2026
Kenali dan Kelola Marahmu
Minggu, 06 September 2026
Dinamika Psikologis di Balik 'Kode Etik Laki-Laki'
Fenomena "kode etik laki-laki" yang kerap muncul seputar penyembunyian harga hobi—mulai dari modifikasi mobil hingga alat pancing—bukan sekadar lelucon kultural, melainkan manifestasi dari cara suami mengelola benturan domestik. Alih-alih dilandasi niat menipu secara utuh, tindakan ini berakar dari strategi defensif jangka panjang untuk menjaga stabilitas rumah tangga dari gesekan-gesekan kecil yang tidak esensial.
Perspektif Neurosaintifik John Gottman
Melengkapi riset Gottman, studi dari University of California, Berkeley menunjukkan bahwa pria memiliki respons fisiologis yang lebih lambat untuk kembali tenang setelah mengalami lonjakan adrenalin. Saat menghadapi nada bicara yang meninggi atau kritik tajam dari pasangan, otak pria otomatis mengaktifkan respons fight or flight. Mengingat pertarungan fisik bukanlah opsi dalam pernikahan, pilihan biologis yang tersisa adalah flight—yang dalam konteks rumah tangga diwujudkan lewat sikap mengalah, mengubah topik, atau menyembunyikan nominal transaksi hobi agar tidak memicu debat panjang.
Dampak Konstruksi Sosial 'Emotional Stoicism'
Budaya patriarki tradisional turut membentuk mentalitas emotional stoicism pada pria. Sejak usia dini, anak laki-laki jarang dibekali kosakata emosional yang kaya dibandingkan anak perempuan. Ketika dewasa, saat dihadapkan pada ketidaksepakatan finansial rumah tangga, suami sering kali merasa gagap merumuskan argumen yang bernuansa emosional. Akibatnya, alur komunikasi menjadi asimetris: istri mendiskusikan kekhawatiran finansial dengan pendekatan ekspresional, sementara suami merespons dengan defensif kaku atau penarikan diri (withdrawal).
Solusi Menembus Kebuntuan Komunikasi
- Membangun Zona Aman Diskusi: Istri dapat mempraktikkan soft startup (memulai pembahasan tanpa nada menghakimi atau menyudutkan) guna menekan potensi flooding pada suami.
- Transparansi Anggaran Hobi (Alokasi Pos Khusus): Suami dan istri perlu menyepakati discretionary budget atau pos anggaran bebas sejak awal. Dengan adanya jatah uang saku yang bebas diakses tanpa interogasi, "kode etik" semacam ini kehilangan urgensinya.
- Literasi Validasi Emosi: Mengakui bahwa hobi adalah kebutuhan psikologis untuk meredakan stres kerja, sehingga pengeluarannya wajar selama tidak mengganggu kebutuhan dapur.
Bagaimana cara paling efektif menurut Anda untuk membangun ruang komunikasi yang terbuka mengenai hobi tanpa harus memicu ketegangan finansial di rumah?
Jumat, 04 September 2026
Jalan Sukses Sang Legenda
Namun, kilau prestasi dan nilai kontrak selangit yang dimilikinya hari ini tidak jatuh dari langit. Di balik kemewahan hidupnya, tersimpan masa kecil yang serba terbatas. Ronaldo kecil yang tumbuh di Madeira, Portugal, sering harus menahan lapar. Usai berlatih sepak bola, ia bersama kawan-kawannya sering mendatangi kedai fast food di dekat stadion untuk meminta sisa hamburger yang tak terjual dari kebaikan hati para staf di sana.
Kesuksesan Ronaldo adalah hasil dari fondasi yang dibangun sejak dini. Di usiayang masih sangat muda, 12 tahun, ia memberanikan diri merantau meninggalkan keluarga dan tanah kelahirannya demi bergabung dengan akademi Sporting CP di Lisbon. Keputusan sulit yang menguji mental dan mendewasakannya.
Perjalanan seorang Cristiano Ronaldo mengajarkan kita satu hal esensial: kesuksesan sejati bukanlah hadiah instan. Ia adalah buah dari kerja keras tanpa kompromi, kesungguhan melampaui batas, dan pengorbanan yang dilakukan secara konsisten dari hari ke hari.
Sabtu, 15 Agustus 2026
Peran Pejabat Pembuat Komitmen dalam Pengadaan Barang dan Jasa
Dalam proses pengadaan barang dan jasa (PBJ) pemerintah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) memiliki peran yang sangat penting. Berikut adalah rincian tugas Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menurut Peraturan Presiden Nomor 26 tahun 2025
Tahap Perencanaan dan Persiapan :
- Mengidentifikasi kebutuhan barang/jasa berdasarkan kebutuhan nyata, bukan sekadar keinginan. Pada tahap ini PPK harus mengkoordinasikan dengan pengguna barang dan jasa yang akan di proses.
- Menyusun spesifikasi teknis yang mencakup unsur mutu, jumlah, waktu, dan pelayanan
- Menyusun Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebagai instrumen untuk menilai kewajaran harga penawaran (wajib untuk pengadaan di atas Rp100 juta). HPS dapat disusun berdasarkan survey harga pasar dan berdasarkan belanja barang/jasa yang pernah diadakan sebelumnya.
- Menyusun rancangan kontrak dan menetapkan jenis serta bentuk kontrak yang sesuai
- Melakukan mitigasi risiko sejak tahap perencanaan untuk menghindari risiko hukum, gagal fungsi, dan kemahalan
Tahap Pelaksanaan dan Pengendalian Kontrak:
- Bertindak sebagai pejabat penandatangan kontrak setelah menerima pelimpahan kewenangan dari PA/KPA.
- Mengendalikan pelaksanaan kontrak dalam aspek biaya, mutu, dan waktu.
- Menangani keterlambatan dengan memberikan Surat Peringatan (SP1-SP3) hingga melakukan pemutusan kontrak jika diperlukan.
- Melakukan adendum kontrak jika terjadi perubahan kondisi lapangan yang bersifat administratif maupun teknis.
Tahap Serah Terima dan Penilaian:
- Melakukan pemeriksaan dan pengujian hasil pekerjaan (secara visual dan fungsi) sebelum menandatangani Berita Acara Serah Terima (BAST).
- Wajib melakukan penilaian kinerja penyedia setelah pekerjaan selesai berdasarkan aspek kualitas, kuantitas, biaya, waktu, dan layanan.
Selasa, 09 Desember 2025
Membangun Gudang
Gudang identik dengan tempat penyimpanan barang yang pengap, berdebu, panas dan seringnya di bangun fasad dan desain kurang menarik. Menurut Warman (2010:5) gudang adalah bangunan yang dipergunakan untuk menyimpan barang bangunan yang dipergunakan untuk menyimpan barang dagangan, jadi gudang adalah tempat yang digunakan untuk menyimpan barang baik berupa bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi. Sedangkan menurut Menurut Dodi Permadi (2016) gudang merupakan bagian dari semua sistem logistik yang berperan penting dalam melayani pelanggan dengan total biaya seminimal mungkin.
Menurut Arwani (2009:23) peranan gudang dapat dikategorikan dalam tiga fungsi :
- Fungsi penyimpanan
- Fungsi melayani permintaan pelanggan
- Fungsi distribusi
Berdasarkan fungsi diatas, kebutuhan dalam pekerjaan saya sehari-hari, gudang yang dibutuhkan Rumah Sakit antara lain :
- Gudang penyimpanan perbekalan Farmasi, Bahan Medis Habis Pakai.
- Gudang penyimpanan Komputer supplies, bahan kebersihan ruangan.
- Gudang penyimpanan alat-alat medis, alat kesehatan dan alat kantor
- Gudang material bangunan
Rabu, 05 November 2025
Standar Akreditasi Rumah Sakit Tahun 2024
Proses akreditasi bukan sekadar pemenuhan regulasi atau kelengkapan dokumen, tetapi merupakan wujud komitmen nyata dari seluruh jajaran pimpinan dan staf terhadap budaya mutu dan keselamatan pasien. Keberhasilan dalam akreditasi mencerminkan kesiapan rumah sakit untuk memberikan pelayanan yang optimal, akuntabel, dan berorientasi pada hasil terbaik bagi masyarakat.
Kamis, 23 Oktober 2025
Mikro Manajemen : Racun Produktifitas ??
Dalam konteks pengelolaan staf modern, khususnya di lingkungan seperti RSUD di mana profesionalisme dan tanggung jawab individu sangat tinggi, mikromanajemen (pengawasan berlebihan terhadap detail terkecil dalam pekerjaan staf) bisa menjadi racun produktivitas yang akan membuat staf tidak semangat bekerja dan akan "mati perlahan"
Manajemen mikro (micromanagement) adalah gaya kepemimpinan di mana seorang manajer melakukan kontrol, pengawasan, dan perhatian berlebihan terhadap pekerjaan karyawannya, termasuk pada detail-detail terkecil.
Josh Bersin's Podcasts On Talent, Leadership, HR, and HR Technology, memberikan beberapa tips untuk pengelolaan karyawan yang baik agar terhindar dari mikromanajemen. Berikut beberapa tips yang bisa saya simpulkan dari podcast tersebut dan dari beberapa literaturlainnya :
- Fokus pada hasil pekerjaan. Tak perlu fokus pada jam masuk kerja atau jam pulang kerja, cukup datang dan pulang sesuai jam agar jaspel lancar tapi fokus pada penyelesaian pekerjaan. Pekerjaan di bidang penunjang selama 24 jam untuk menjamin pelayanan berjalan dengan baik.
- Bangun rasa memiliki. RSUD dr. Soeroto adalah milik seluruh civitas, baik di pelayanan, penunjang dan tenaga manajemen lainnya. Semakin baik pelayanan diberikan, Rumah Sakit akan semakin mendapatkan kepercayaan dari masyarakat dan tentu saja akan mendatangkan kesejahteraan.
- Fokus pada kepuasaan pelanggan. Pelanggan akan puas terhadap pelayanan Rumah Sakit apabila terpenuhi kebutuhannya sesuai dengan harapannya saat akan berobat. Pastikan semua staf untuk menjadikan pelanggan sebagai fokus tujuan pekerjaan.
- Membangun kolaborasi. Tak perlu menuntut sempurna dari tim lain, pastikan bisa bekerja sama dengan baik untuk mencapai tujuan dari Rumah Sakit.
Senin, 08 September 2025
Bidang Penunjang : Ruang Kerja Baru Bernuansa Belanda
Berdiri kokoh di tepi selatan Sungai Bengawan Solo, RSUD dr. Soeroto Ngawi bukan hanya sebuah fasilitas kesehatan modern, tetapi juga saksi bisu perjalanan waktu dan perkembangan pelayanan kesehatan di Kabupaten Ngawi. Sejarah rumah sakit ini merentang jauh, mengakar sejak era kolonial hingga menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) terpercaya saat ini.
Jejak eksistensi RSUD dr. Soeroto sudah dimulai sejak masa penjajahan Belanda. Catatan sejarah menunjukkan bahwa cikal bakal rumah sakit ini sudah ada sejak tahun 1915 dalam wujud sebuah Balai Pengobatan.
Bahkan, ada sumber lain yang menyebutkan bahwa embrio layanan kesehatan ini sudah hadir sejak sekitar tahun 1888 sebagai rumah sakit yang ditempati oleh dokter militer Belanda, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari sejarah kota garnisun Ngawi kala itu. Lokasi rumah sakit yang strategis di Jalan dr. Wahidin No. 27 tetap dipertahankan hingga kini.
Senin 8 September 2025 menjadi hari baru di ruang kerja baru. Ruangan nyaman dengan desain khas peninggalan Hindia Belanda. Akan lebih menarik kedepannya nuansa ini dipertahankan dan di perkuat menjadi ruang kerja yang nyaman dan menyenangan.
Yang mendesak untuk dikerjakan adalah menata dokumen yang berserakan, merapikan meja kerja dan menata ulang ruang pantry dan mushola agar lebih fungsional.
Bismillah... Semoga Allah SWT memberikan kemudahan.
Kamis, 04 September 2025
Tugas Baru 2025
Tanggal ini akan selalu menjadi penanda penting dalam perjalanan karier profesional saya. Tepat pukul 16.00 WIB, di Pendopo Kabupaten Ngawi, saya resmi dilantik sebagai Kepala Seksi Penunjang Medik RSUD Soeroto. Acara pelantikan dipimpin langsung oleh Bupati Ngawi, Bapak Ony Anwar Harsono, S.T., M.H..
Dalam sambutannya, Bupati Ony menekankan pentingnya rotasi dan mutasi jabatan sebagai upaya penyegaran dan peningkatan kinerja organisasi. Beliau juga berpesan kepada para pejabat yang baru dilantik untuk segera bekerja dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab, serta senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Bupati Ony berpesan kepada para pejabat yang baru dilantik untuk:
- Memiliki integritas dan komitmen yang tinggi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.
- Bekerja dengan cerdas, tuntas, dan berakhlak mulia.Melaksanakan program dan kegiatan dengan penuh semangat dan dedikasi.
- Memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan penuh empati dan kemanusiaan.




.jpg)



